Forsisma Gelar Forsisma Ronce Manik (FORSINIK) Di Jl. Makkio Baji No. 13, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Makassar, [16 Mei 2026] — Forum OSIS Se-Tingkat SMA Se-Kota Makassar (FORSISMA) kembali melaksanakan program kerja kreatif bertajuk FORSINIK (FORSISMA Ronce Manik). Kegiatan yang dilaksanakan di Jl. Makkio Baji No. 13, Makassar ini menjadi sarana bagi Badan Pengurus Harian FORSISMA (BPHF) untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui pembuatan produk berbahan dasar manik-manik.
FORSINIK merupakan kegiatan yang menggabungkan unsur kreativitas, keterampilan, dan peluang usaha dalam satu rangkaian kegiatan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kepada pengurus dalam mengubah ide kreatif menjadi produk yang memiliki nilai jual serta mampu mendukung pengembangan dana organisasi.

Sebanyak 11 orang BPHF turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para peserta diberikan kesempatan untuk merancang dan membuat berbagai karya dari manik-manik sesuai dengan kreativitas masing-masing. Dari hasil pelaksanaan kegiatan, berhasil dibuat sebanyak 18 karya manik-manik, yang terdiri atas berbagai model gelang dan cincin dengan desain yang beragam dan menarik.
Pemilihan manik-manik sebagai media utama kegiatan bukan tanpa alasan. Selain memiliki banyak peminat, khususnya di kalangan remaja, manik-manik juga dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai estetika tinggi. Dengan modal yang relatif terjangkau, produk berbahan manik-manik mampu menghasilkan nilai jual yang baik sehingga berpotensi menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi pelajar.
Kegiatan ini diawali dengan penyediaan bahan dan perlengkapan yang didukung oleh modal awal sebesar Rp83.000. Dari hasil pengembangan produk yang dibuat, kegiatan ini diperkirakan mampu menghasilkan keuntungan hingga ±Rp597.000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kreativitas yang dikembangkan melalui kegiatan sederhana dapat memberikan dampak positif, baik bagi individu maupun organisasi.
Menariknya, hasil karya yang dibuat dalam kegiatan FORSINIK tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan. BPHF yang tertarik dengan hasil karyanya dapat membeli produk tersebut dengan harga yang disesuaikan berdasarkan jenis manik-manik dan tingkat kesulitan desain. Selain itu, karya yang telah dibuat juga dapat dijual kembali kepada masyarakat sebagai bentuk penerapan langsung dari jiwa kewirausahaan yang dikembangkan selama kegiatan.
Melalui pelaksanaan FORSINIK 2026, FORSISMA tidak hanya berupaya menambah dana organisasi, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi, kreativitas, dan kemampuan berwirausaha di kalangan pengurus. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ide sederhana dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola dengan baik dan penuh kreativitas.
Secara keseluruhan, FORSINIK 2026 berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi para pengurus untuk terus mengembangkan potensi diri, menciptakan karya yang inovatif, serta membangun semangat kewirausahaan yang dapat bermanfaat bagi organisasi maupun kehidupan di masa depan.
